Mengembalikan HMI ke Pangkuan Mustadh'afin (Refleksi Dies Natalis HMI ke-79) Mohammad Nayaka Rama Yoga (Kader HMI Cabang Semarang) Tidak henti-hentinya otokritik dilontarkan kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mulai dari karya Agus Salim Sitompul yang berjudul “44 Indikator Kemunduran HMI” sampai ke dalam diskusi-diskusi di tongkrongan kadernya sendiri. Namun dalam tulisan yang sedikit ilmiah ini, penulis mencoba untuk tidak banyak mengeluh dan memberikan otokritik yang kurang konkrit dan tidak terstruktur seperti layaknya omong kosong belaka. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas sedikit gagasan kecil lagi mungil yang cenderung anti mainstream . Gagasan ini akan mematahkan pikiran mainstream yang sudah diwariskan oleh senior-senior terdahulu kepada kader-kadernya tentang idealnya HMI. Kualitas insan cita yang selalu didoktrinkan di dalam Basic Training atau Latihan Kader 1 yang menurut penulis sendiri indah untuk disampaikan, akan tetapi sulit diwujudkan dala...
Gig Economy : Antara Solusi Penghasilan Instan dan Ilusi Kebebasan Bekerja Sumber: Akal Imitasi Penulis: Mohammad Nayaka Rama Yoga Bagi banyak anak muda hari ini, definisi bekerja tidak lagi identik dengan datang ke kantor jam sembilan pagi dan pulang jam empat sore dengan gaji yang tetap di setiap bulannya. Menunggu orderan penumpang masuk, mengejar rating dari pelanggan, atau berburu proyek lepas yang belum tentu datang secara rutin, saat ini sudah tergolong masuk definisi “bekerja”. Profesi-profesi seperti driver ojek online, kurir paket, hingga freelancer digital, saat ini semakin diminati oleh anak-anak muda. Sistem kerja yang seperti ini kini dikenal sebagai gig economy dan sering dipromosikan sebagai cara baru dalam bekerja yang lebih fleksibel dan modern. Tapi di balik janji-janji kerja yang serba fleksibel itu, muncul pertanyaan yang jarang sekali dibahas. Apakah gig economy ini benar-benar akan membuka jalan menuju hidup yang l...